CARA ALAMI MENGOBATI KENCING NANAH DENGAN TANAMAN HERBAL

Selasa, 05 Juni 2018 | |

CARA ALAMI MENGOBATI KENCING NANAH DENGAN TANAMAN HERBAL__Keluarnya cairan kuning, kehijauan, putih atau bening dari kelamin pria selain air urin dan sperma merupakan indikasi penyakit Gonore atau Kencing Nanah pada pria. Perlu kita ketahui bahwa cairan vagina yang normal yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak disertai rasa gatal maupun nyeri. Keluarnya cairan vagina yang berbau dapat disebabkan penyakit Gonore atau Kencing Nanah.Kencing nanah atau gonore ialah jenis penyakit menular seksual yang paling umum diakibatkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Penyakit ini umum terjadi pada pria maupun wanita dengan ditemukan bakteri gonococcus pada cairan penis dan vagina yang terinfeksi. Penyakit gonore merupakan penyakit yang banyak terjadi pada saat berhubungan seksual. Gonore sering menular melalui hubungan seks, seperti seks oral dan anal. Banyak sekali risiko dari penyakit ini, misalnya pada seseorang yang menyukai berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan alat bantu kondom serta yang memiliki riwayat seksual lainnya.

Gonore adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Ini adalah Penyakit Menular Seksual (PMS). Gejala gonore dan infeksi yang berbeda pada pria dan wanita, karena mereka mempengaruhi saluran reproduksi. Gonore juga dapat mempengaruhi mulut, tenggorokan, mata, anus dan uretra (saluran kencing) pada laki-laki dan perempuan. Gejala gonorrhea terlihat lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita.

Informasi Penyakit Kelamin Gonore / Kencing Nanah_Salah satu penyebab terjangkitnya penyakit gonore ialah, disebabkan karena jenis bakteri. Bakteri dapat hidup dan berkembang biak di tubuh yang lembab. Secara umum bakteri ini dapat ditemukan di rongga mulut, kerongkongan, mata, anus, dan saluran keluarnya air kencing. Namun, pada wanita bakteri dapat menyarang pada mulut rahim (serviks), rahim (uterus) dan tuba fallopi. Wanita pada saat hamil yang terinfeksi penyakit gonore bisa melahirkan bayi dengan premature dan memiliki kebutaan secara permanen. Pada penularan ini terjadi pada saat dilahirkan, karena itu bayi keluar melewati jalan dari reproduksi wanita yang kontak langsung dengan bakteri.

Jarang sekali orang yang terinfeksi akan mengalami gejala, akan tetapi apabila gejala itu muncul, biasanya mencapai sekitar 2 sampai 10 hari setelah terkena bakteri. Selain itu, ada juga seseorang yang mencapai 30 hari. Gejala yang di rasakan oleh pria dan wanita sangatlah berbeda. Dan inilah beberapa gejala yang ditimbulkan oleh gonore.

TANDA GEJALA GONORE (GO) KENCING NANAH
Walaupun beberapa kasus mungkin asimtomatik, ketika gejala muncul, mereka sering ringan dan biasanya muncul dalam waktu 2-10 hari setelah terpapar. Gejala-gejala meliputi discharge dari penis, vagina, atau dubur dan membakar atau gatal saat buang air kecil. Pada wanita, gonore dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Informasi Penyakit Kelamin Gonore / Kencing Nanah 


Pada pria, gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (anal sex) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.

Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun terkadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya selama proses persalinan sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan. Informasi Penyakit Kelamin Gonore / Kencing Nanah 

DIAGNOSIS GONORE (GO) KENCING NANAH
Ada beberapa cara untuk menegakkan diagnosis gonore pada seseorang. Pada hampir sebagian besar kasus, dokter akan melakukan pengujian sampel cairan dari vagina atau penis untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Pada wanita, dokter atau perawat biasanya akan menggunakan cotton bud untuk mengambil sampel cairan di vagina atau mulut rahim. Namun, dokter mungkin juga bisa meminta pasien untuk menggunakan tampon guna mengambil sampel cairan tersebut. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun pasien mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman. Informasi Penyakit Kelamin Gonore / Kencing Nanah 

Prosedur pada pria sedikit berbeda, di mana dokter mungkin akan memeriksa sampel urine pasien untuk kemudian diperiksa hasilnya di laboratorium. Pemeriksaan urine ini kurang akurat hasilnya pada pasien wanita. Selain itu, dokter mungkin juga akan mengambil sampel cairan yang keluar di ujung penis dengan menggunakan cotton bud

KOMPLIKASI GONORE (GO) KENCING NANAH
Gonore yang tidak diobati dengan tepat atau infeksi berulang dari gonore dapat menyebabkan komplikasi gonore yang serius dan mengakibatkan masalah permanen pada pria maupun wanita.

Komplikasi gonore pada wanita: Gonore yang tidak ditangani akan menyebar ke uterus dan tuba falopi yang menyebabkan pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul. PID berbahaya karena dapat menyebabkan tuba falopi menjadi luka dan menimbulkan jaringan parut akibat luka yang dapat menghambat perjalanan sperma untuk membuahi sel telur yang matang sehingga berisiko menyebabkan kemandulan.

Komplikasi lain dari gonore adalah infeksi yang menyebabkan timbulnya abses pada indung telur (ovarium) atau di sekitarnya yang dekat dengan tuba falopi. Nyeri kronis pada daerah panggul juga sering dilaporkan menjadi komplikasi akibat infeksi gonore. Selain itu, penyakit menular seksual gonore yang tidak diobati juga akan meningkatkan dengan resiko kehamilan ektopik, yaitu kondisi dimana telur yang dibuahi berkembang di luar rahim. Kondisi ini tentunya berbahaya bagi ibu dan dapat menyebabkan keguguran karena janin tidak dapat berkembang dengan sempurna di luar rahim.

Komplikasi gonore pada wanita hamil: Komplikasi yang timbul pada wanita hamil dengan infeksi gonore yang tidak diobati diantaranya adalah :
  • Risiko keguguran lebih tinggi
  • Kontraksi prematur
  • Ketuban pecah dini (KPD) dimana selaput ketuban pecah lebih awal dan cairan ketuban keluar sebelum kontraksi kelahiran mulai.
  • Kelahiran prematur. Janin yang lahir prematur memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi.
  • Infeksi pada rahim ibu (endometritis)
Apabila sang ibu memiliki penyakit infeksi gonore ketika melahirkan, bayi yang baru lahir dapat terinfeksi gonore juga. Wanita dengan infeksi gonore dan bayi baru lahir yang terinfeksi dapat mengalami komplikasi jangka panjang dari penyakit gonore.

Komplikasi gonore pada pria: Pada pria, infeksi gonore yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, saluran sperma yang terletak di belakang organ testis, tempat sperma diproduksi. Gangguan ini bisa membuat testis terasa nyeri, bengkak, serta keluar darah ketika ejakulasi atau buang air kecil. Walaupun epididimitis bisa ditangani, tetapi jika terlambat akan menyebabkan kemandulan. Kondisi epididimitis juga akan membuat saluran kencing terluka sehingga saat buang air kecil akan terasa perih atau terbakar.

Komplikasi lainnya adalah prostatitis, yaitu peradangan pada kelenjar prostat. Kelenjar prostat berfungsi menghasilkan semen, cairan pelumas yang keluar ketika ejakulasi bersamaan dengan sperma. Peradangan pada prostat dapat menyebabkan rasa nyeri atau keluar darah ketika ejakulasi dan juga buang air kecil. Bila tidak diatasi, ejakulasi dan urin yang bercampur darah juga dapat meningkatkan risiko kemandulan akibat infeksi peradangan yang menyebar ke testis.

Komplikasi lainnya yang jarang terjadi adalah striktura urethra, yaitu akibat luka infeksi gonore yang berulang, sehingga menyebabkan timbulnya jaringan parut pada saluran urethra. Hal ini membuat saluran urethra menyempit, sehingga air kemih serta cairan semen dan sperma tidak dapat mengalir keluar. Gejala yang dialami adalah kesulitan ketika buang air kecil disertai rasa nyeri yang berlebihan ketika buang air kecil.

Komplikasi pada pria dan wanita: Infeksi gonore yang terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan komplikasi yang jauh lebih sulit dan fatal. Bakteri akan terus menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi bagian tubuh lain seperti mata, tenggorokan, dan sendi. Demam, ruam, kulit terasa perih, nyeri sendi, pembengkakan dan kaku pada sendi dapat muncul ketika infeksi sudah menyebar.

Konjungtivitis gonore, yaitu peradangan selaput mata akibat infeksi kuman gonore dapat terjadi apabila infeksi menyebar ke organ mata. Pada kasus yang lebih ekstrem, bakteri bisa mencapai aliran darah dan berkembang biak akibat imunitas penderita yang rendah, lalu menyebabkan septikemia yang dapat memicu terjadinya sepsis. Sepsis adalah infeksi peradangan yang dapat mengenai dan merusak beberapa organ tubuh sekaligus dan menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan segera.

Komplikasi lainnya dari gonore yang dapat mengenai organ tubuh selain organ reproduksi pada pria dan wanita adalah :
  • Selulitis yaitu infeksi pada lapisan kulit.
  • Arthritis, suatu infeksi peradangan yang mengenai sendi. Sendi yang sering terkena adalah sendi lutut dan persendian tangan.
  • Infeksi dan peradangan pada katup dan bilik dari jantung (endokarditis).
  • Infeksi dari cairan dan jaringan yang menyeliputi bagian otak dan syaraf tulang belakang (meningitis)
  • Resiko HIV/AIDS lebih tinggi
Pengidap gonore lebih rentan terhadap human immunodeficiency virus atau HIV, virus yang dapat menyebabkan AIDS. Pasien yang mengidap gonore dan HIV akan lebih mudah menularkan kepada pasangannya dibanding dengan mereka yang hanya terjangkit HIV.

Komplikasi pada bayi yang baru lahir: Bayi yang baru lahir dan terkena kontak dengan ibu yang mengidap gonore ketika proses kelahiran dapat menyebabkan komplikasi yang diantaranya adalah:
  • Konjungtivitis, yaitu peradangan selaput mata bagian luar. Komplikasi ini merupakan yang paling sering timbul pada bayi yang baru lahir. Komplikasi ini bisa membuat mata bayi buta jika tidak ditangani
  • Infeksi pada aliran darah (sepsis)
  • Peradangan pada sendi (arthritis)
  • Infeksi pada kulit kepala
  • Infeksi pada cairan dan jaringan sekitar otak dan syaraf tulang belakang (meningitis)
PENGOBATAN & BAHAYA GONORE (GO) KENCING NANAH
Dari gejala diatas, mungkin sudah jelas yaitu keluarnya nanah pada kemaluan laki-laki dan kemalaun perempuan yang tergolong sudah sangat berbahaya. Kencing nanah dapat dihindari dengan cara SETIA pada satu pasangan dan tidak melakukan seks dengan orang lain. Umum sekali, penyakit ini ditandai dengan keluarnya nanah pada saluran kencing dan disertai rasa sakit, perih dengan panas yang menyiksa pada organ intim wanita maupun pria. Informasi Penyakit Kelamin Gonore / Kencing Nanah 

Pengobatan Penyakit Gonore atau kencing nanah akibat bakteri dapat membaik harus melakukan pengobatan yang EFEKTIF AMAN & CEPAT. Namun, jika dibiarkan bisa menjadi masalah yang buruk atau bertambah parah. Untuk pencegahannya anda sendiri dan pasangan anda sebaiknya tidak perlu melakukan hubungan seks sebelum perawatan tuntas dengan baik. Karena itu, anda bisa terkena penyakit gonore kembali pada kemudian hari. Salah satu solusi terbaik untuk pencegahan infeksi menular adalah anda tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seks di luar nikah dan menggunakan alat hubungan seks, yaitu kondom saat melakukan berhubungan seks.


Konsultasi gratis
WhatsApp : 0857-1558-5781
CALL/SMS : 0851-3040-6868 
BBM : 7E6C5F4D



0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.